Rabu, 18 November 2015

MURAI BATU LAMPUNG



Dari begitu banyak burung kicauan di Indonesia, Murai Batu mempunyai penilaian istimewa di kalangan para penghobi burung kicauan. Bisa dibilang Murai Batu sebagai ikon burung kicauannya Indonesia. Walaupun kita juga tau beberapa jenis Murai Batu terdapat di negara lain, seperti Murai Batu Thailand, Malaysia, Filipina (Murai Luzon, Murai Cebu).

Berbicara mengenai Murai Batu, tidak terlepas dari jenisnya yang beragam. Untuk itu, pada artikel ini penulis akan membatasi pembahasan hanya mengenai Murai Batu Lampung. Sebab, sangat sedikit artikel yang membahas tentang Murai Batu jenis ini, jika kita bandingkan dengan Murai Batu Medan atau Murai Batu Aceh. Sehingga, kefamiliaran Murai Batu Lampung tidak begitu dikenal.

Keberadaan

Murai Batu Lampung masih masuk ke dalam spesies Copsychus Malabaricus, spesies yang penyebaran paling dominan di wilayah Sumatera. Namun, meskipun masih bisa dikatakan dalam ruang lingkup wilayah yang sama. Murai Batu Lampung memiliki perbedaan dengan kedua jenis Murai Batu saudaranya, Murai Batu Medan dan Nias. Perbedaan paling mencolok yaitu pada ekornya yang lebih pendek.

Populasi yang masih sering dijumpai Murai Batu jenis ini tepatnya di kawasan Krakatau, Lampung. Hanya saja mungkin saat ini kita akan kesulitan untuk menemukannya, sekalipun kita berada di habibat aslinya yaitu daerah Lampung. Mengingat, perburuan dan pengalihfungsian Hutan masih berlanjut.

Ciri-ciri


Mungkin dari segi fisik, objek yang paling mudah untuk membedakan Murai Batu Lampung yaitu pada ekornya yang pendek (10-12 cm) terdapat bulu berwarna putih di bawah ekor bawah dan tubuhnya yang berukuran kecil. Karena apabila melihat dari sisi lain, hampir sama dengan Murai Batu pada umumnya. Alternatif selanjutnya untuk mengetahui jenis Murai Batu Lampung adalah dengan memperhatikan tingkah lakunya ketika bertarung. Kebiasaan yang sering dilakukannya yaitu dengan menaik turunkan kepalanya, seolah mematuk. Berbeda dengan Murai Batu Borneo yang ketika bertarung suka memekarkan bulu dadanya.

Kelebihan dan Kekurangan

Dari segi kemampuan, Murai Batu Lampung juga memiliki kicauan yang tidak kalah hebat. Sama seperti Murai Batu pada umumnya yaitu mampu menirukan berbagai suara burung kicauan lainnya, tinggal kemampuan pemilik saja dalam mengolah variasi suara kicauannya. Tetapi sedikit kekurangan dari Murai Batu Lampung. yang banyak tidak disukai penghobi adalah Mental bertarungnya yang lemah. Apabila bertemu lawan yang tidak sebanding, maka Murai Batu ini langsung down kemampuannya, dengan kata lain tidak ada lagi perlawanan. Dengan demikian, untuk mengikutkan sertakan di arena lomba, haruslah Murai Batu Lampung yang benar-benar sudah matang mentalnya.

Sedangkan melihat bentuk fisik dengan ekor yang lebih pendek, ada dua pandangan. Penghobi pertama berpendapat, ukuran ekor yang sedikit lebih pendek merupakan keuntungan dari Murai Batu Lampung, akan mendukung kelancaran suara kicauan dan bergerak lincah karena Murai Batu tersebut tidak membutuhkan stamina yang besar dalam menopang tubuhnya. Sebagian lagi berpendapat, ekor yang pendek merupakan kekurangan Murai Batu Lampung sebab akan terlihat tidak menawan atau indah dipandang.

Tetapi, apabila dilihat dari segi harga jual di pasaran. Harga Murai Batu Lampung di atas harga Murai Batu Kalimantan. Itu artinya, Murai Batu Lampung masih memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran., kisaran 1,5- 2 jutaan.

MACAM-MACAM MURAI BATU

Macam-macam Murai Batu

Macam-macam Murai Batu - Murai Batu (White Rumped Shama), termasuk dalam genus Copsychus. Burung ini sangat populer di kalangan penggemar burung di kawasan Asia dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kemampuan berkicau burung Murai Batu yang luar biasa membuat burung ini bernilai tinggi dan menjadi incaran para penggemar burung. Di Indonesia burung ini tersebar mulai dari Sumatra, Kalimantan dan Jawa, tapi memiliki bentuk dan karakter suara yang berbeda-beda, sehingga dibedakan berdasarkan sub-speciesnya.
Macam-macam Murai Batu

Macam-macam Murai Batu

Burung Murai Batu yang dikenal di Indonesia terdiri dari:
  1. Murai Batu Medan,
    penyebaran: bukit Lawang, Bohorok, kaki gunung Leuser wilayah Sumatra Utara. Panjang ekor 27 - 30 cm.
  2. Murai Aceh, penyebaran: di kaki g. Leuser wil. Aceh. Panjang ekor 25 - 30 cm.
  3. Murai Nias, penyebaran: pulau Nias. Panjang ekor 20 - 25 cm. Ekor keseluruhan berwarna hitam.
  4. Murai Jambi, penyebaran: Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi.
  5. Murai Batu Lampung, penyebaran: hidup di Krakatau, Lampung. Ukuran tubuh lebih besar dari Murai Medan. Panjang ekor 15 - 20 cm.
  6. Murai Banjar (Borneo), jenis ini paling populer di Kalimantan, karena sering merajai berbagai lomba di Kalimantan. penyebaran: di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Panjang ekor 10 - 12 cm.
  7. Murai Palangka (Borneo), panjang ekor 15 - 18 cm. penyebaran: Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
  8. Larwo (Murai Jawa), penyebaran: Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ukuran tubuh jauh lebih kecil dari murai medan. Panjang ekor 8 - 10 cm. Jenis ini sudah sangat langka ditemukan. Dari beberapa pemberitaan dikatakan bahwa burung dinyatakan nyaris punah. 

Selain dari 8 jenis Murai Batu di atas, ada juga kerabat Murai Batu yang berasal dari negeri tetangga, yaitu :
  1. Murai Batu Malaysia, penyebaran: Penang. Ekor tipis dan panjang sekitar 30 - 33 cm dan postur tubuh lebih besar dari murai medan.
  2. Murai Batu Thailand, penyebaran: di perbatasan Thailand dan Malaysia, tubuh lebih besar dari murai medan, panjang ekor 32 - 35 cm dan warna hitam mengkilat indigo (kebiru-biruan).
  3. Murai Batu Filipin, penyebaran: wilayah Luzon dan Catanduanes. Jenis ini lebih tepat disebut Murai Hias, karena memiliki corak warna tubuh yang sangat indah.

Murai Batu serta kerabatnya dikelompokkan dalam beberapa species, sbb :
1. Copsychus malabaricus (White Rumped Shama),
2. Copsychus luzoniensis (White Browed Shama),
3. Copsychus niger (White Vented Shama)
4. Copsychus cebuensis (Black Shama).
5. Trichixos pyrropygus (Orange Tailed Shama / Rufous Tailed Shama)

Subspecies, Ciri-ciri dan Penyebaran


Burung Copsychus malabaricus (White Rumped Shama)

Macam-macam Murai Batu

Terdiri dari 19 subspecies :
  1. interpositus (Nepal, India, Myanmar, Yunan -China, Thailand dan Indochina)
  2. stricklandii (Sabah, Kalimantan)
  3. andamanensis (Andaman, Nicobar)
  4. albiventris (Andaman)
  5. indicus (Nepal, Indochina)
  6. pellogynus (Myanmar, Peninsular)
  7. minor (Hainan-China)
  8. mallopercnus (Malaysia)
  9. javanus (Jawa Barat dan Jawa Tengah)
  10. omissus
  11. barbouri (Maratua, Kalimantan Timur)
  12. leggei (Sri Lanka)
  13. malabaricus (India)
  14. macrourus (Con Son, Vietnam Selatan)
  15. tricolor (Malaysia, Sumatra, Natuna Island dan Anamba)
  16. melanurus (Sumatra bagian Barat, Enggano)
  17. suavis (Sarawak, Kalimantan)
  18. mirabilis (Prinsen Island)
  19. nigricauda (Kangean Island)

Copsychus luzoniensis (White Browed Shama)

Terdiri dari 4 subspecies, yaitu :
1. luzoniensis (Luzon, Catanduanes)
2. parvimaculatus (Polillo)
3. shemleyi (Marinduque)
4. superciliaris (Masbate, Negros, Panay, Ticao)

Macam-macam Murai Batu












Copsychus niger (White Vented Shama)
Tersebar di Palawan, Calamian, Balabac, Sabang (all in Philippines).
hanya terdiri dari 1 species.

Macam-macam Murai Batu









Copsychus cebuensis (Black Shama)
penyebaran di wilayah Cebu Philippines
hanya terdiri dari 1 species.

Macam-macam Murai Batu





Macam-macam Murai Batu












Trichixos pyrropygus (Orange Tailed Shama / Rufous Tailed Shama)
Penyebaran di Way Kambas (Lampung Indonesia), Thailand, Malaysia dan Borneo.

Macam-macam Murai Batu